Jumat, 23 Desember 2011

Ergonomi, Instalasi Pencahayaan


        Pencahayaan yang baik dan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kenyamanan dalam bekerja. Pencahayaan yang kurang baik dapat menyebabkan berbagai keluhan kesehatan khususnya pada kesehatan mata. Beberapa keluhan yang terkait dengan pencahayaan yang kurang baik di tempat kerja adalah sakit kepala, kelelahan mata, mata kering, mata perih, serta keluhan pada leher dan bahu.
Ergonomi ialah suatu cabang ilmu yang sistematis untuk memanfaatkan informasi-informasi mengenal sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia untuk merancang suatu sistem kerja sehingga orang dapat hidup dan bekerja pada sistem itu dengan baik, yaitu mencapai tujuan yang diinginkan melalui pekerjaan itu, dengan efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien.
Tidak diaplikasikannya ergonomi dalam lingkungan kerja, dapat meningkatkan kecelakaan dan resiko akibat kerja. Padahal kecelakaan dan resiko akibat kerja dapat diminimalisir bila ergonomi diaplikasikan dengan baik dalam lingkungan kerja yang syarat akan aktifitas yang tinggi.


AErgonomi
Ergonomi ialah suatu cabang ilmu yang sistematis untuk memanfaatkan informasi-informasi mengenal sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia untuk merancang suatu sistem kerja sehingga orang dapat hidup dan bekerja pada sistem itu dengan baik, yaitu mencapai tujuan yang diinginkan melalui pekerjaan itu, dengan efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien (Sutalaksana, 2006).
Prinsip utama ergonomi adalah bagaimana menyesuaikan pekerjaan dengan pekerja. Artinya, perancangan suatu alat/pekerjaan harus berdasarkan penggunaan oleh manusia, dan harus dipertimbangkan mengenai kemampuan dan kemauan manusia. Manusia dengan segala sifat dan tingkah lakunya merupakan makhluk yang sangat kompleks. Untuk mempelajari manusia, tidak cukup ditinjau dari satu disiplin ilmu saja. Oleh sebab itulah untuk mengembangkan Ergonomi diperlukan dukungan dari berbagai disiplin ilmu, antara lain psikologi, antropologi, faal kerja atau fisiologi, biologi, sosiologi, perencanaan kerja, fisika, dan lain-lain. Masing-masing disiplin tersebut berfungsi sebagai pemberi informasi. Pada gilirannya, para perancang, dalam hal ini para ahli teknik, bertugas untuk meramu masing-masing informasi di atas, dan menggunakannya sebagai pengetahuan untuk merancang fasilitas kerja sehingga mencapai kegunaan yang optimal (Sutalaksana, 2006)

Pencahayaan
Prinsip umum pencahayaan adalah bahwa cahaya yang berlebihan tidak akan menjadi lebih baik. Penglihatan tidak menjadi lebih baik hanya dari jumlah atau kuantitas cahaya, tetapi juga dari
4
kualitasnya. Kuantitas dan kualitas pencahayaan yang baik ditentukan dari tingkat refleksi  cahaya dan tingkat rasio pencahayaan pada ruangan. Selain aspek kuantitas dan kualitas pencahayaan,  perlu juga memperhatikan aspek efisiensi konsumsi energi dengan memanfaatkan cahaya alam untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Cahaya alam yang masuk melalui jendela dapat dipakai sebagai sumber pencahayaan di dalam bangunan, sekaligus upaya untuk menghemat energi. Oleh karena itu perlu strategi desain pencahayaan dengan memanfaatkan cahaya alam secara optimal. Desain pencahayaan yang optimal meliputi: optimasi kuantitas cahaya langit, menjaga kenyamanan visual, dan menjaga kesejukan, serta menghemat energi(Harten P.Van, Setiawan E, 1985: 36-42).

Instalasi Pencahayaan
Pencahayaan dimaksudkan untuk :
·         Melihat obyek dengan jelas
·         Memudahkan pekerjaan
·         Menghindari kecelakaan kerja
·         Meningkatkan kesan menyegarkan
·         Membantu menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman
Sumber cahaya :
·      Penerangan alami: Berapa banyak cahaya matahari mencapai di dalam sebuah ruangan, tergantung pada jumlah dan arah sinar matahari, awan, dataran lokal, dan musim. Selain itu, ukuran, orientasi dan kebersihan dari jendela adalah penting. Jumlah cahaya matahari memasuki tempat kerja dapat dikendalikan dengan kaca berwarna, fentilasi, dan tirai sehingga tidak menyebabkan silau atau membuat area kerja terlalu terang.
·      Penerangan buatan (lampu) : Jumlah cahaya, warna cahaya itu sendiri, dan warna yang bervariasi dengan objek yang tampil harus sesuai dengan tempat kerja dan tugas. Berikut ini adalah jenis umum dari lampu.



Tabel 
Light Bulbs *
Jenis
Aplikasi Umum
Efisiensi
Warna Rendering **
Pijar
rumah
miskin
baik
Berpendar
kantor
baik
adil baik
Air raksa
pabrik, kantor
adil
adil moderat
Sodium tekanan rendah
jalan raya
baik
miskin
Natrium tekanan tinggi
pabrik, komersial
baik
adil baik
Halida logam
pabrik, komersial
baik
baik
* Umbi yang sering disebut sebagai lampu dalam publikasi teknis banyak.
** Warna render efek cahaya pada warna objek.
Ada tiga jenis dasar pencahayaan:
·         umum,
·         lokal-umum, dan
·         lokal (atau tugas).



Penerangan umum menyediakan pencahayaan yang cukup seragam. Sebuah contoh : perlengkapan langit-langit yang menyala di area yang luas.
Lokal-penerangan umum menggunakan perlengkapan ‘overhead’, selain perlengkapan langit-langit untuk meningkatkan tingkat pencahayaan untuk penggunaan tertentu.
Lokal (atau tugas) pencahayaan meningkatkan tingkat cahaya di atas pekerjaan dan lingkungan sekitarnya. Pencahayaan setempat sering memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan dan kontrol pencahayaan dan menyediakan fleksibilitas untuk setiap pengguna.

Berbagai jenis lampu dirancang untuk mendistribusikan cahaya dalam cara yang berbeda. Perlengkapan ini dikenal sebagai:
·         langsung,
·         langsung-tidak langsung,
·         tidak langsung, dan
·         terlindung (berbagai jenis).

Langsung : 90 sampai 100 persen dari cahaya mereka ke bawah menuju area kerja. Pencahayaan langsung cenderung untuk menciptakan bayangan.
Langsung-tidak langsung : mendistribusikan cahaya lampu yang sama ke atas dan ke bawah. Mereka memantulkan cahaya dari langit-langit dan permukaan ruangan lainnya. Sedikit cahaya dipancarkan horizontal, berarti dapat mengurangi silau.
Tidak langsung : mendistribusikan 90 sampai 100 persen dari cahaya ke atas. Dinding langit-langit dan bagian atas harus bersih dan sangat reflektif untuk memungkinkan cahaya untuk mencapai area kerja. Mereka menyediakan penerangan yang paling baik dari semua jenis, dan paling sedikit silau. Jenis ini biasa digunakan di kantor.

Terlindung : menggunakan diffusers, lensa, dan tirai untuk menutupi lampu dari pandangan langsung, sehingga membantu untuk mencegah silau dan mendistribusikan cahaya. Diffusers yang tembus atau semi-transparan (tembus) mencakup dibuat biasanya dari kaca atau plastik. Mereka digunakan pada bagian bawah atau sisi lampu untuk mengontrol kecerahan. 
Tabel 
Rekomendasi Iluminasi Tingkat *
Jenis Kegiatan
Rentang Illuminations (Lux) **
Ruang publik dengan lingkungannya gelap
30
Sederhana orientasi untuk kunjungan sementara singkat
50
Bekerja ruang di mana tugas-tugas visual yang hanya sesekali dilakukan
100
Kinerja tugas visual dari kontras tinggi atau skala besar
300
Kinerja tugas visual dari media kontras atau ukuran kecil
500
Kinerja tugas visual kontras rendah atau ukuran yang sangat kecil
1000


Kinerja tugas visual yang dekat ambang kemampuan seseorang untuk mengenali gambar

10
3000-10000
* Dimodifikasi dari: Pencahayaan IESNA Handbook. 9 ed. Llluminating Engineering Society of North America, 2000. h. 10-13.
** Lux = Lumens (kuantitas cahaya) per meter persegi.

Macam Instalasi Pencahayaan
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No: 1405/MENKES/SK/XI/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri, standar pencahayaan di tempat kerja (perkantoran) minimal adalah 100 lux. Pencahayaan yang baik di tempat kerja bermanfaat untuk:
1. Mampu mengurangi risiko kecelakaan kerja dan masalah kesehatan
2. Konsentrasi dan ketelitian yang lebih baik di tempat kerja
3. Tempat kerja yang lebih terang, lebih bersih sehingga menghasilkan lingkungan yang aktif dan bersemangat 
4. Hasil kerja yang baik
5. Visibilitas dan ketelitian yang lebih baik serta meningkatkan kecepatan kerja dalam menghasilkan produk

PMP NO.7 TAHUN 1964
     Penerangan jalan-jalan dan lingkungan halaman perusahaan min. 20 lux.
     Penerangan untuk pekerjaan membedakan barang kasar membutuhkan penerangan min. 50 lux.
     Penerangan dengan pekerjaan yang harus membedakan barang2 kecil, tetapi dilakukan secara sepintas, memerlukan penerangan min.100 lux.
     Penerangan yang membedakan barang-barang kecil yang agak teliti, memerlukan kekuatan penerangan min.200 lux.
     Penerangan yang membedakan secara teliti terhadap barang yang kecil dan halus, membutuhkan penerangan min. 300 lux
     sangat halus, kontras 500-1000 lux.
     sangat halus, kurang kontras min. 2000 lux.

PENCAHAYAAN  DI RUMAH SAKIT
Untuk menghitung keperluan penerangan dirumah sakit, pencahayaan yang baik  memperhatikan hal-hal  berikut :
a. Keselamatan pasien dan tenaga medis/paramedis.
b. Peningkatan kecermatan.
c. Kesehatan yang lebih baik.
d. Suasana yang lebih nyaman
e. Keselamatan kerja yang lebih baik 

UNTUK TEMPAT BERBAHAYA
Misalnya tempat penyimpanan bahan/ gas berbahaya yang mudah terbakar dan meledak : Penerangan harus dirancang khusus, penempatan lampu diatur agar tidak menimbulkan kenaikan suhu, ataupun loncatan api.

12
PENERANGAN DARURAT (emergency lamp)
Diperlukan pada tempat-tempat yang dinilai penting, untuk menghindari apabila listrik tiba2 padam. Misal :
-       Dekat pintu
-       Dekat tangga

C.   Pencahayaan Buruk
Tanda-tanda pencahayaan yang buruk :
·         kesulitan melihat dokumen atau layar (terlalu banyak cahaya atau silau, atau terlalu sedikit cahaya atau bayangan),
·         kelelahan mata,
·         iritasi mata,
·         penglihatan kabur,
·         kering membakar mata, dan
·         sakit kepala.
Pencahayaan yang buruk mempengaruhi tidak hanya sistem ocular, tetapi juga dapat berkontribusi untuk leher kaku dan nyeri di daerah bahu. Masalah ini dapat terjadi ketika orang mengadopsi postur canggung atau salah ketika mencoba untuk membaca sesuatu di bawah kondisi pencahayaan yang buruk.
Sebuah lingkungan visual yang baik akan:
·         memiliki cahaya yang cukup, datang dari arah yang benar dan tidak menimbulkan bayangan mengaburkan,
·         memberikan yang baik (tapi tidak berlebihan) kontras antara tugas dan latar belakang,
·         batas silau dan kontras yang ekstrim

Kesimpulan
Pencahayaan yang baik dan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kenyamanan dalam bekerja. Pencahayaan yang kurang baik dapat menyebabkan berbagai keluhan kesehatan khususnya pada mata yang dikenal dengan istilah visual symptoms.
aktivitas yang banyak dilakukan salah satunya tempat kerja yang sebagian besar kegiatannya sangat mengandalkan mata. Oleh sebab itu pencahayaan yang baik di tempat kerja akan meningkatkan kenyamanan dalam bekerja bagi karyawan dan mahasiswa. Keberadaan perpustakaan, kelas, dan ruang dosen di perguruan tinggi merupakan sarana yang penting dalam menunjang pelaksanaan tri dharma perguruaan tinggi. Pencahayaan merupakan salah satu bentuk dari bahaya fisik lingkungan kerja yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan menjadi salah satu indikator yang penting untuk menunjang aktivitas dalam bekerja terutama dalam terciptanya kenyamanan dan produktivitas bekerja.
B.   
DAFTAR PUSTAKA






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar